Waka Kurikulum

Dewi Marlya, S.Pd.

Kurikulum

Kurikulum SMP Muhammadiyah 1 Modern Boarding School

Kurikulum

Kurikulum merupakan komponen kunci dalam lembaga pendidikan. Keberhasilan pencapaian tujuan lembaga pendidikan sangat bergantung pada kualitas kurikulum yang digunakan. Pengembangan kurikulum di sekolah harus dilakukan secara terstruktur, terintegrasi dan sistematis. Tujuannya adalah agar peserta didik dapat berkembang menjadi mandiri serta mendapatkan perlindungan, bimbingan dan motivasi yang kuat dari guru. Selain itu, peran keluarga dan masyarakat juga sangat penting dalam menciptakan suasana belajar yang nyaman serta proses pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan.

Muatan Lokal

Muatan Lokal merupakan kegiatan kurikuler yang dirancang untuk mengembangkan kompetensi peserta didik sesuai dengan karakteristik dan potensi unik daerah, termasuk keunggulan daerah dan ciri khas satuan pendidikan. Materi Muatan Lokal tidak dapat digolongkan ke dalam mata pelajaran tertentu. Muatan lokal yang dikembangkan meliputi pengembangan life skill serta mendukung visi dan misi sekolah. Selain itu, Muatan Lokal juga bertujuan mengembangkan kemampuan berpikir ilmiah yang menyenangkan bagi peserta didik. Contoh Muatan Lokal adalah Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH), Tahfidz Al-Qur'an, dan berbagai bentuk kegiatan lain yang disesuaikan dengan potensi lokal.

Pendekatan Pembelajaran

Pembelajaran disusun dengan menggunakan pendekatan saintifik. Materi pembelajaran dipilih berdasarkan fenomena yang dapat dijelaskan secara logis, berbasis konsep dan teori. Interaksi antara guru dan peserta didik berfokus pada kebenaran, serta mengarahkan peserta didik untuk berpikir secara kritis, rasional dan objektif. Dalam hal ini, model pembelajaran yang dikembangkan adalah:

1. Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning)
yaitu pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep esensi dari materi pelajaran. Pendekatan ini mencakup pengumpulan informasi yang berkaitan dengan pertanyaan, mensintesa, dan mempresentasikan penemuannya kepada orang lain.

2. Belajar Berbasis Kerja (Work-Based Learning)
yang memerlukan suatu pendekatan pembelajaran yang memungkinkan siswa menggunakan konteks tempat kerja untuk mempelajari materi pelajaran berbasis sekolah dan bagaimana materi tersebut dipergunakan kembali di dalam tempat kerja.

3. Belajar Kooperatif (Cooperative Learning)
yang memerlukan pendekatan pembelajaran melalui penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerjasama dalam memaksimalkan kondisi belajar dalam mencapai tujuan belajar.

4. Outing Class
suatu metode pembelajaran yang dilakukan di luar kelas atau lingkungan sekolah. Tujuannya adalah untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata dan interaktif bagi siswa. Dalam Outing Class, siswa diajak untuk mengunjungi lokasi-lokasi yang relevan dengan materi pelajaran, seperti museum, taman nasional, industri, atau situs sejarah. Di lokasi tersebut, siswa dapat melakukan observasi, eksperimen, atau kegiatan lainnya yang memungkinkan mereka untuk memahami konsep-konsep yang dipelajari secara lebih mendalam.

Get 30% off your first purchase

X